Sabtu, 14 Oktober 2017

Cara Mudah Menulis SEO untuk Update Website

Selain itu, update website secara berkala berguna tingkatkan kepercayaan (popularitas) SEO (Search Engine Optimization) website di mata Google Search. Artikel dan website utama berpotensi muncul di Google dan diketahui oleh masyarakat. Lagi-lagi berpotensi closing sales. Omzet!

Artikel website

Maka buatlah kalimat artikel untuk melayani manusia dan Google. Rumusan yang biasa saya pakai untuk menulis adalah berdasarkan pertanyaan garis besar dibawah ini. Selanjutnya akan berkembang berdasarkan daya imajinasi penulis.

W1 = What
W2 = Who
W3 = When
W4 = Where
W5 = Why
H = How

WHAT adalah ringkasan apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan.

WHO adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT.

WHEN adalah waktu kejadian WHAT. WHERE adalah tempat kejadian WHAT.

WHY adalah mengapa terjadi WHAT. Ini yang paling menarik karena bisa dikupas dari berbagai sudut.

HOW adalah bagaimana WHAT terjadi, bagaimana prosesnya, lika-likunya, dan sejenisnya.

TITLE/JUDUL bisa ditentukan belakangan setelah tulisan selesai. Dalam menentukan judul, jadilah konsumen yang lakukan pencarian di Google. Kata-kata apa yang biasanya mereka cari. Jadikan keywords itu sebagai judul.

Untuk contoh langsung dalam penerapan WHAT, WHO, WHEN, WHERE, WHY, HOW dan TITLE, silakan baca artikel yang barusan saya buat.

Informasi awal yang saya terima dari team lapangan adalah:
Pernikahan (wedding) di Grand Ocean Villa, Ketewel, Gianyar – Bali. Nama pengantin: Jezer Shabir Husein dan Vera Selorita, panggilan nya Juzer dan Vera. Pernikahan secara Islam, Ijab qabul di lokasi, mempelai pria keturunan India dari Kendari, wanita Bandung.

menu : sup asparagus,ayam sisit,ikanacar kuning,daging papruka,bihun horeng,puding kelapa muda,buah
menu tambahan: bakso sapi, gado2, sate ayam sate kambing
menu tambahan lain : aneka sushi , aneka masakan india
dessert : aneka kue2 … cup cake
aneka juice, soft drink
undangan 150 orang
Team CK 7 orang
undangan dr jakarta bandung dan kendari
Ada musik dari tape player, ada joget, lagu-lagu Indonesia.

==== Simak berikut ini penerapannya dalam tulisan ====

[TITLE/JUDUL]
~ Bali Wedding Catering untuk Juzer-Vera

[WHAT]
Catering Kita Bali berbahagia bisa jadi bagian ikut serta mensukseskan proses pernikahan (wedding) dan resepsi dari pasangan Jezer Shabir Husein dan Vera Selorita sebagai penyedia wedding catering Bali. Prosesi acara nya berlangsung meriah dan romantis berlatar belakang pantai dan lautan lepas.

[WHO]
Mempelai punya panggilan akrab Juzer dan Vera. Mempelai pria Jezer adalah warga Kendari, Sulawesi Tenggara keturunan India. Sedangkan mempelai wanita Vera adalah warga Bandung, Jawa Barat. Mereka melangsungkan pernikahan spesialnya di Bali, sebuah destinasi wisata yang eksotis.

[WHEN]
Prosesi pernikahan secara Islam berlangsung di Villa Grand Ocean pada hari Jum’at sore, 25 Agustus 2017. Villa nya sendiri romantis berada di pinggir pantai, daerah Ketewel, Gianyar – Bali.

[WHERE]
Lokasi Villa Grand Ocean cukup dekat dengan Denpasar dan terjangkau dari Kuta, Sanur dan Nusa Dua. Kurang lebih 30 menit berkendara dari Sanur dan Denpasar serta 45 menit dari area Kuta dan Nusa Dua.

[WHY]
Pemilihan villa itu tidak terlepas dari kemudahan akses buat para undangan nya. Mayoritas undangan yang berjumlah 150 orang berasal dari Jakarta, Bandung dan Kendari. Kemudian karena latar belakang agama nya Islam, mereka memilih catering halal agar terlepas dari keraguan nya dalam menikmati hidangan resepsi pernikahan. Pengantin juga mempertimbangkan rasa dan pengalaman dari perusahaan catering yang dipilihnya.

[HOW]
Akhirnya untuk membuat pernikahan mereka semakin lezat, mereka memilih sajian utama berupa sup asparagus, ayam sisit, ikan acar kuning, daging paprika, bihun goreng, puding kelapa muda, buah, kerupuk dan sambal.

Ada lagi menu tambahan nya yaitu bakso sapi, gado-gado, sate ayam dan sate kambing. Ada pula sushi dan aneka masakan resep India. Desert tersaji aneka kue, termasuk cup cake. Kami, Catering Kita menerjunkan 7 orang team untuk melayani pernikahan mereka.

Keseluruhan acara pernikahan berlangsung khidmat dan riang gembira. Ijab Qobul berlangsung sakral dan mengharukan bagi mempelai dan keluarga nya. Isak tangis pun membuncah tanda kebahagiaan. Seolah mereka ingin perjalanan hidup nya dimulai dari Bali. Mrinding ya?

Selepas prosesi inti, acara berlanjut dengan makan malam dan ramah tamah. Alunan musik bergenre Indonesia dipilih mempelai karena mewakili nostalgia perjalanan cinta mereka. Ada pula lagu yang menghentak sehingga membuat para undangan berjoget ria.

Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami dalam menyediakan sajian catering yang enak, lezat, higienis dan halal. Semoga Juzer dan Vera menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Amin.

– Video –
– Gambar –

Sebuah persembahan dari Catering Kita Bali untuk Juzer dan Vera. Anda ingin rasakan Hidup dalam Kelezatan? Kontak Catering Kita di:
Jl. Gunung Cemara VII no. 5
Monang Maning – Denpasar
Telp/WA: 08113990188

– End –

Tips agar artikel bisa tingkatkan brand awareness dan memperkuat keyakinan calon pelanggan:
1. Buatkan video, upload di Youtube dan bawa kembali ke artikel tersebut.
2. Upload foto-foto dokumentasi kegiatan.
3. Sebelum upload, pastikan nama file gambar dengan kata-kata yang sesuai dengan artikel/keywords. Contoh kasus diatas, nama file nya: wedding-jezer-vera.jpg.
4. Berikan alternative text (ALT) pada foto-foto tersebut. Google membaca text (nama file) sedangkan manusia melihat gambar nya :)
5. Berikan alamat usaha pada akhir artikel agar calon konsumen masih hangat dan langsung terjadi closing sales!
6. Sebarkan URL artikel itu ke FB pribadi dan fanspage, Google+ personal dan brand account, Twitter pribadi dan usaha Anda. Disamping sebagai social signal ke Google, juga berpotensi diketahui oleh teman/kolega. Viral!

Lihat tampilan penuh artikel nya bisa dilihat di website Catering Kita.

Selamat mencoba!
Salam DONGKRAK! (Dari ONline GeraK RAih Kemakmuran)

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia
Share:

Menjuara Dengan Kata-Kata Kunci Panjang di Google

Jadi juara di mesin pencari Google Search tidak harus fokus di dua kata kunci (keywords) saja. Pemenang tidak harus juara satu namun ada juara dua, tiga, harapan, favorit dan lain sebagainya. Website Anda bisa jadi juara dan diketemukan di kata-kata kunci panjang.

Contoh jika website Anda menawarkan tour, maka tidak harus memburu harus juara dengan keywords Bali Tour di Google Search. Tawarkan hotel maka tidak harus habis waktu optimalisasi keywords Bali Hotel.

Ciptakan Artikel dan Konsisten Update Website

Seperti yang saya bilang sebelumnya di artikel menulis SEO (Search Engine Optimization), bahwa Google senang dengan website yang hangat. Artinya sering di update dengan mencipta artikel-artikel yang berkaitan dengan produk atau bisnis Anda. Artikel ini punya potensi muncul di Google Search dan diketemukan oleh pengguna internet (users) yang nantinya berpotensi jadi pelanggan Anda.

Ketika buat judul dan isi artikel, pikirkan tentang kata-kata atau kalimat yang kemungkinan ada di benak users dan digunakan sebagai keywords pencarian. Buatlah konten artikel utamanya untuk users, bukan untuk melayani mesin pencari (search engine).

Studi Kasus Website Catering dan Otomotif

Berikut saya sajikan fakta dua statistik website yang diketemukan oleh users dengan keywords yang panjang lebih dari dua kata. Pertama adalah website cateringmurahbali dot com. Sebagai website penyedia catering di Bali tidak harus fokus menjadi juara di dua kata kunci keramat semisal "Catering Bali". Website ini konsisten menciptakan artikel untuk update website nya. Maka yang terjadi adalah artikel-artikel itu tertangkap oleh users yang menggunakan kata-kata kunci panjang dalam Google Search. Silakan melihat gambar bawah dan lakukan investigasi sendiri di website nya dan di Google.

Statistik website catering

Berikutnya adalah website otomotifbali dot com. Sebuah website dengan tema umum otomotif. Semua merk motor, mobil, kebijakan, promo, komunitas dan pernak-pernik asesoris nya tertulis disana. Tidak ada kata kunci keramat yang harus diperebutkan di Google Search. Akhirnya users menemukan website tersebut dengan kata-kata kunci panjang. Silakan cek gambar dibawah dan lakukan investigasi sendiri di website nya dan di Google.

Statistik website otomotif

Kesimpulannya: Buatlah artikel secara konsisten untuk hangatkan website Anda. Tujuannya untuk beri informasi berharga bagi users dan akan tercantum di Google Search, diketemukan users dengan kata-kata kunci panjang.

Contoh jika website Anda adalah penyedia tours, buatlah artikel berjudul "Wisata Kintamani Lihat Gunung dan Danau Batur". Konten artikel nya membahas tentang sejarah gunung dan danau, ceritakan pemandangan Kintamani, area menarik untuk menikmati pemandangan dan berfoto, bercerita tentang trunyan, makan di restoran apung dan menu ikan mujair nya dan lain sebagainya. Bisa juga buat artikel berjudul "5 Restoran Enak dan Nikmat di Kintamani", "Pemandian Air Panas Kintamani", dan lain sebagainya. Kemungkinan besar users akan menemukan artikel tersebut dengan kata-kata kunci panjang. Apalagi jika website itu dilengkapi dengan ikon berbagi di media sosial (social media share button). Bisa jadi website Anda akan diviralkan oleh users.

Selamat mencoba.
Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia
Share:

Minggu, 01 Oktober 2017

Kesalahan Mindset UKM Indonesia dalam Bisnis Online

Kesalahan Mindset UKM Indonesia dalam Bisnis Online


Usaha Kecil Menengah (UKM) di tanah air yang go online masih tercatat rendah. Menurut data BPS, dari 17 juta UKM di Indonesia, hanya 75 ribu yang memiliki website atau sudah go online.

Banyak faktor sebenarnya, yang membuat UKM kita tertinggal jauh dalam hal digital marketing. Mungkin karena kurang masive nya pelatihan dan pendampingan, bisa juga karena mereka salah persepsi/sudut pandang dalam penerapan digital marketing. UKM terapkan digital marketing sesuai keinginan/ego nya sendiri.

Menurut Google, mindset yang harus dibangun UKM adalah memahami keinginan konsumen. Google sebagai search engine terbesar dan kekinian menangkap bahwa konsumen itu akan mencari/sourcing ke website nya dulu. Mencari dan mendalami produk yang diinginkan kedalam website tersebut. Setelah faham, biasanya konsumen mencari sumber ke dua dan ketiga untuk melengkapi kepercayaannya yaitu berkunjung ke media sosial. Closing sales terjadi pada sumber ke tiga yaitu adanya fasilitas chat/phone.

Selama ini, mindset UKM adalah persiapkan dulu aplikasi chat, media sosial dan website menjadi unsur paling belakang. Padahal website adalah representasi keseluruhan dari UKM. Mulai dari profil, produk, hingga transaksi nya. Media sosial sejatinya hanyalah etalase dan tempat interaksi secara sosial.

Kemudian, banyak UKM Indonesia menerima pelatihan digital marketing dari stakeholder pemerintah dan swasta. Gelontoran dana dikucurkan untuk undang para UKM agar faham digital marketing. Setelah selesai, mereka dibiarkan pulang tanpa pengawasan. Karena utamakan berjibaku dengan proses produksi dan pengiriman. Dapur harus ngepul dulu. Gitu alasannya. Ilmu pelatihan digital marketing lambat laun tertimpa oleh rutinitas. Ketika berusaha eksyen, mereka sudah lupa-lupa ingat. Tutorial sudah dibukukan dan dibawa pulang. Namun apakah yakin UKM kita terbiasa budaya baca?

Sekarang coba tengok kembali cara Anda perlakukan aset digital usaha Anda. Aset digital itu website dan e-commerce, media sosial dan daftar kontak di HP. Bila mengikuti rumusan dari Google, maka langkah taktis yang masuk akal adalah:

1. Panasi website Anda dengan mengabarkan aktivitas usaha ke dunia internet. Lengkapi website Anda dengan fasilitas blog/berita. Buatlah artikel tentang bisnis atau produk usaha Anda. Buatlah jadwal untuk update website. Bisa seminggu sekali atau sebulan sekali. Seperti saya berusaha konsisten berkabar kepada Anda di tiap minggu nya. Artikel ini selain untuk pengunjung (calon/konsumen) Anda, juga akan memancing Google untuk selalu datang crawling konten website Anda. Google senang dengan website yang selalu di update. Artikel ini berpotensi tertangkap oleh Google Search dengan kata-kata kunci panjang (long tail keywords).

2. Share artikel tersebut ke media sosial usaha Anda. Konsumen sebelum memutuskan untuk beli, akan periksa geliat usaha Anda salah satunya melalui media sosial. Coba secara psikologis Anda sebagai konsumen, bandingkan: Mana yang Anda pilih antara perusahaan yang last update media sosialnya 2 hari yang lalu dengan last update nya 2 Februari 2016?

3. Daftarkan bisnis Anda ke Google Bisnisku. Salah satunya adalah fasilitas Google Map. Pastikan alamat usaha Anda tercantum disana. Tempelkan juga kode peta ini ke website Anda. Hal ini menambah keyakinan konsumen bahwa bisnis Anda nyata dan ada. Konsumen akan datang langsung ke tempat Anda tanpa lagi ada perantara/middle man/tengkulak.

4. Tahap akhir yang biasanya digunakan oleh konsumen untuk membeli adalah berbicara dengan Anda. Pastikan saluran komunikasi antara Anda dan konsumen itu ada. Semisal email, nomor WA, Line, dll. Kadangkala mereka butuh kelengkapan informasi atau negosiasi terlebih dulu dengan Anda.

5. Penting nya database. Ya, dengan database konsumen Anda bisa berkabar tentang produk atau aktivitas bisnis Anda. Buatlah pelanggan Anda kangen sehingga bisa menciptakan pelanggan yang loyal dan berpotensi mencipta pembelian kembali (repeating buyer) produk Anda.

Selamat mencoba.
Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia 
Share:

Selasa, 18 Juli 2017

Bisnis Online Berbasis Keluarga

Melihat perkembangan Internet dan aplikasinya, akan menjadi pasar yang potensial dan bisa dimanfaatkan oleh keluarga Indonesia dalam rangka peningkatan perekonomian. Bisnis online tidak melulu dimulai dan dimeriahkan secara sendirian. Namun bisa dimulai dari keluarga. Mari kita sajikan beberapa fakta lapangan tentang kekuatan bisnis online dari keluarga.

Ada sebuah keluarga yang memutuskan diri hijrah dari pola sales marketing offline ke online. Sebelumnya beberapa anggota keluarga (istri, adik dan mertua) pintar dan hobi memasak dan mempunyai warung di sebuah lokasi yang diyakini bakal ramai. Namun kenyataannya warung tersebut sepi dan akhirnya tutup. Sang suami memutuskan untuk membuat website dan membuka akun media sosial untuk meneruskan bisnis kuliner ini. Layanan yang ditawarkan adalah jasa catering di Bali. Website nya di cateringmurahbali.com.

Tampilan website

Membuat website itu mudah! Tinggal beli domain name dan web hosting. Kemudian dalam web hosting sudah ada kontrol panel namanya Cpanel. Instal melalui menu Softaculous sebuah program website bernama Wordpress. Gunakan salah satu dari beberapa template default sebagai tampilannya. Langkah berikutnya adalah isi data dan isi berita. Simpel! Kalau bingung, minta panduan team BOC. Dengan senang hati akan instalkan.

Jika melihat tampilan website cateringmurahbali.com, itu gunakan template standart milik Wordpress. Fokus website nya adalah konten. Isikan profil usaha, produk nya dan berita-berita. Ada data teks, gambar dan video yang ambil dari Youtube. Update berita berkala maka Google akan suka dengan website yang hangat selalu update.

Website tersebut diperkuat media sosial Facebook Page, Google+ page, Google Bisnis, dan Instagram sebagai social signal, mendongkrak posisinya di Google. Berita-berita tersebut dibagikan (share) ke media sosial.

Maka tampilan website tersebut mematahkan seseorang yang selalu ingin tampil sempurna untuk website nya. Kadangkala seseorang lama dan bahkan gagal bisnis online karena fokus pada tampilan website. Google tidak baca tampilan! Google akan baca data teks dan gambar dari sebuah website. Sering diupdate dengan artikel, Google akan sering berkunjung.

Coba cek ke Google dan ketik kan kata kunci catering di Bali, nasi tumpeng di Bali, Catering Halal Bali, catering prasmanan di Bali. Adakah website yang dimaksud berada di top 5 Google search? Anda akan tahu maksudnya.

Jadi, fokuslah pada konten diawal-awal memulai bisnis online. Masalah tampilan belakangan. Disisi konsumen, mereka akan membaca isi penawaran dari website. Karena mereka mencari barang. Ingin beli. Maka sekali lagi, fokus konsumen bukanlah pada seberapa ganteng dan cantik nya sebuah website. Namun konsumen ingin diyakinkan sebelum membeli produk melalui website.

Pembagian Kerja dalam Bisnis Keluarga.

Kembali ke bisnis catering. Pembagian peran dalam bisnis catering ini adalah, suami bertugas populerkan layanan catering melalui internet. Belajar memahami dan menerapkan teknik SEO (Search Engine Optimization) agar website nya top 10 di Google search. Juga mengurusi desain grafis untuk kepentingan branding catering. Istri dan mertua bertugas memasak dan menyajikan hidangan kuliner. Adik bertugas siapkan jajanan. Anak-anak ada kalanya diberdayakan membantu hal ringan seperti mengemas kotak, tempel sticker, dan siapkan bahan asesoris catering.

Pengiriman dan pelayanan dilokasi dilakukan oleh istri dan keponakan disertai beberapa tenaga serabutan dari tetangga. Tidak lupa dokumentasi gambar dan video harus ada. Gunanya untuk publikasi bisnis melalui website dan media sosial (FB, Instagram, Google+ dan Youtube). Website dan media sosial harus 'dipanasi' dengan artikel-artikel yang diupdate secara berkala agar Google senang menampilkan bisnis keluarga ini.

Ada juga sebuah keluarga yang terlibat bisnis sambel dan berkembang melalui peranan internet. Sebuah merk sambel Bususan terdistribusi keseluruh Indonesia dan internasional berkat kegigihan dari keluarga. Suami bertugas branding dan populerkan sambel tersebut melalui internet. Istri bertugas siapkan produk sambel. Adik bertugas memastikan packaging sambel siap untuk terdistribusi.

Kekuatan dari keluarga akan berpotensi membuat sebuah usaha berkembang. Namun sayangnya berbisnis tidak hanya berkutat soal bahan baku, pembuatan dan distribusi. Ada hal-hal lain yang harus dikuasai semisal manajemen pemasaran, SDM/HRD, SOP usaha, manajemen keuangan, manajemen distibusi, pelanggan, manajemen berjejaring dan sampai ke penguatan branding. Keluarga tersebut harus membuka diri untuk proses belajar bisnis tiada henti.

Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia 
Share:

Kamis, 06 Juli 2017

Habis Narsis Terbitlah Duit

Semoga selalu sehat dan berkelimpahan. Kita bertemu lagi dan saya mau berbagi informasi dengan topik habis narsis terbitlah duit.

Nongkrong yuk? Ajakan muda mudi jaman sekarang. Eh tidak hanya mereka, generasi paruh baya pun suka nongkrong. Kegiatan informal sebelum tidur malam yang semakin banyak diminati di kehidupan masyarakat urban.

Cafe-cafe banyak bermunculan menawarkan aneka kenyamanan interior, tawarkan sajian kuliner dari camilan, makanan serta aneka minuman. Adapula yang menawarkan tema khusus untuk jadi pembeda dengan cafe-cafe lainnya. Semisal cafe bertema lesehan, cafe khusus penikmat kopi, cafe bernuansa rock metal, cafe dangdut, jazz dan lain sebagainya.

Cafe tersebut sepertinya menyasar konsumen menengah yang jumlahnya cukup banyak. Tentunya kita tahu ada cafe yang menyasar kelas atas seperti milik brand asing Starbuck, Grand Canyon, dan lainnya. Pemilik cafe-cafe kelas menengah rata-rata generasi muda yang melek dengan teknologi dan mengikuti tren masa kini.

Bagaimana dengan pemasaran cafe tersebut? Biasanya cafe tersebut diketahui masyarakat karena letaknya di pinggir jalan. Kemudian tahu dari mulut ke mulut. Ada pula diketahui karena pasang iklan di media cetak atau elektronik. Bisa juga viral karena efek media sosial online.

Mari kita kupas cafe-cafe tersebut agar terlihat secara online dan menjadi viral. Efek yang terjadi adalah branding cafe semakin bernilai tinggi dan tentunya mendatangkan profit bagi pemiliknya.

Infrastruktur Marketing Online

Sebelum atau pada masa pembangunan cafe, buatlah identitas-identitas online yang nantinya akan dijadikan tautan oleh konsumen. Cafe itu harus punya profil identitas di Facebook Fanspage, Twitter, Instagram, Google+ Page, dan Youtube. Itu yang wajib. Lainnya adalah opsional sesuai kekuatan SDM nya semisal website, path, linkedin, line, dan lain sebagainya.

Memorable spot

Adalah sebuah titik atau tempat berkumpul untuk berfoto bersama/selfie yang berisi backdrop identitas cafe. Bisa berupa logo, alamat media sosial atau ikon cafe. Tempat ini bakal dijadikan lokasi foto oleh konsumen yang nantinya diunggah ke media sosial dan berpotensi terlihat oleh jaringan pertemanannya. Brand cafe akan viral menyebar dan gratis.

Pernik viral

Sediakan di meja konsumen sesuatu pernik yang representasikan profil cafe. Bisa jadi logo cafe dan alamat media sosialnya, terbingkai dalam mika kecil. Bisa juga plat logo ukuran 5 cm persegi yang bisa digeser-geser. Konsumen biasanya akan foto hidangan cafe tersebut. Upload ke media sosialnya dan tentunya disertai info check in yang sudah disediakan sebelumnya oleh cafe. Inipun berpotensi viral di internet dan memancing mereka yang tengah penasaran dengan hidangan/cafe tersebut.

Inisiatif komunikasi

Pemilik atau team marketing berbaurlah dengan konsumen. Sapalah ditengah mereka menikmati suasana dan hidangan, ajak bicara, minta kritik dan saran, ajak berfoto sambil pegang logo cafe, tanyakan ID media sosialnya dan tagging mereka di medsos milik cafe. Konsumen tidak segan untuk memperbolehkan tagging tersebut muncul di time line nya.

Beri Kejutan

Siapa sih yang tidak suka dengan hadiah? Pikirkan untuk memberi konsumen sesuatu hadiah yang membuat mereka berbinar diawal kunjungan. Bisa jadi cokelat kecil, welcome drink ataupun kejutan lainnya. Ingat berbagi tak pernah merugi. Niscaya konsumen itu akan terkesan dan belanja banyak.

Terbuka dengan komunitas

Konsumen kadang suka berkelompok atau berkomunitas. Terbukalah mengundang mereka untuk sekedar gratis memanfaatkan ruangan cafe sebagai tempat meeting, gathering ataupun ulang tahun. Konsumen sudah tidak memikirkan biaya tempat dan otomatis sajian cafe akan terbeli. Ingat berbagi tak pernah merugi.

Database

Tentukan strategi untuk mendapatkan database konsumen ketika berkunjung ke cafe. Minimal tahu alamat email atau nomor HP milik konsumen. Hal ini akan mempermudah cafe tersebut untuk selalu hadir memberitakan info event, diskon dan lain sebagainya kepada konsumen. Database ini akan menciptakan pelanggan yang kembali (returning customer).

Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia 
Share: