Selasa, 18 Juli 2017

Bisnis Online Berbasis Keluarga

Melihat perkembangan Internet dan aplikasinya, akan menjadi pasar yang potensial dan bisa dimanfaatkan oleh keluarga Indonesia dalam rangka peningkatan perekonomian. Bisnis online tidak melulu dimulai dan dimeriahkan secara sendirian. Namun bisa dimulai dari keluarga. Mari kita sajikan beberapa fakta lapangan tentang kekuatan bisnis online dari keluarga.

Ada sebuah keluarga yang memutuskan diri hijrah dari pola sales marketing offline ke online. Sebelumnya beberapa anggota keluarga (istri, adik dan mertua) pintar dan hobi memasak dan mempunyai warung di sebuah lokasi yang diyakini bakal ramai. Namun kenyataannya warung tersebut sepi dan akhirnya tutup. Sang suami memutuskan untuk membuat website dan membuka akun media sosial untuk meneruskan bisnis kuliner ini. Layanan yang ditawarkan adalah jasa catering di Bali. Website nya di cateringmurahbali.com.

Tampilan website

Membuat website itu mudah! Tinggal beli domain name dan web hosting. Kemudian dalam web hosting sudah ada kontrol panel namanya Cpanel. Instal melalui menu Softaculous sebuah program website bernama Wordpress. Gunakan salah satu dari beberapa template default sebagai tampilannya. Langkah berikutnya adalah isi data dan isi berita. Simpel! Kalau bingung, minta panduan team BOC. Dengan senang hati akan instalkan.

Jika melihat tampilan website cateringmurahbali.com, itu gunakan template standart milik Wordpress. Fokus website nya adalah konten. Isikan profil usaha, produk nya dan berita-berita. Ada data teks, gambar dan video yang ambil dari Youtube. Update berita berkala maka Google akan suka dengan website yang hangat selalu update.

Website tersebut diperkuat media sosial Facebook Page, Google+ page, Google Bisnis, dan Instagram sebagai social signal, mendongkrak posisinya di Google. Berita-berita tersebut dibagikan (share) ke media sosial.

Maka tampilan website tersebut mematahkan seseorang yang selalu ingin tampil sempurna untuk website nya. Kadangkala seseorang lama dan bahkan gagal bisnis online karena fokus pada tampilan website. Google tidak baca tampilan! Google akan baca data teks dan gambar dari sebuah website. Sering diupdate dengan artikel, Google akan sering berkunjung.

Coba cek ke Google dan ketik kan kata kunci catering di Bali, nasi tumpeng di Bali, Catering Halal Bali, catering prasmanan di Bali. Adakah website yang dimaksud berada di top 5 Google search? Anda akan tahu maksudnya.

Jadi, fokuslah pada konten diawal-awal memulai bisnis online. Masalah tampilan belakangan. Disisi konsumen, mereka akan membaca isi penawaran dari website. Karena mereka mencari barang. Ingin beli. Maka sekali lagi, fokus konsumen bukanlah pada seberapa ganteng dan cantik nya sebuah website. Namun konsumen ingin diyakinkan sebelum membeli produk melalui website.

Pembagian Kerja dalam Bisnis Keluarga.

Kembali ke bisnis catering. Pembagian peran dalam bisnis catering ini adalah, suami bertugas populerkan layanan catering melalui internet. Belajar memahami dan menerapkan teknik SEO (Search Engine Optimization) agar website nya top 10 di Google search. Juga mengurusi desain grafis untuk kepentingan branding catering. Istri dan mertua bertugas memasak dan menyajikan hidangan kuliner. Adik bertugas siapkan jajanan. Anak-anak ada kalanya diberdayakan membantu hal ringan seperti mengemas kotak, tempel sticker, dan siapkan bahan asesoris catering.

Pengiriman dan pelayanan dilokasi dilakukan oleh istri dan keponakan disertai beberapa tenaga serabutan dari tetangga. Tidak lupa dokumentasi gambar dan video harus ada. Gunanya untuk publikasi bisnis melalui website dan media sosial (FB, Instagram, Google+ dan Youtube). Website dan media sosial harus 'dipanasi' dengan artikel-artikel yang diupdate secara berkala agar Google senang menampilkan bisnis keluarga ini.

Ada juga sebuah keluarga yang terlibat bisnis sambel dan berkembang melalui peranan internet. Sebuah merk sambel Bususan terdistribusi keseluruh Indonesia dan internasional berkat kegigihan dari keluarga. Suami bertugas branding dan populerkan sambel tersebut melalui internet. Istri bertugas siapkan produk sambel. Adik bertugas memastikan packaging sambel siap untuk terdistribusi.

Kekuatan dari keluarga akan berpotensi membuat sebuah usaha berkembang. Namun sayangnya berbisnis tidak hanya berkutat soal bahan baku, pembuatan dan distribusi. Ada hal-hal lain yang harus dikuasai semisal manajemen pemasaran, SDM/HRD, SOP usaha, manajemen keuangan, manajemen distibusi, pelanggan, manajemen berjejaring dan sampai ke penguatan branding. Keluarga tersebut harus membuka diri untuk proses belajar bisnis tiada henti.

Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia 
Share:

Kamis, 06 Juli 2017

Habis Narsis Terbitlah Duit

Semoga selalu sehat dan berkelimpahan. Kita bertemu lagi dan saya mau berbagi informasi dengan topik habis narsis terbitlah duit.

Nongkrong yuk? Ajakan muda mudi jaman sekarang. Eh tidak hanya mereka, generasi paruh baya pun suka nongkrong. Kegiatan informal sebelum tidur malam yang semakin banyak diminati di kehidupan masyarakat urban.

Cafe-cafe banyak bermunculan menawarkan aneka kenyamanan interior, tawarkan sajian kuliner dari camilan, makanan serta aneka minuman. Adapula yang menawarkan tema khusus untuk jadi pembeda dengan cafe-cafe lainnya. Semisal cafe bertema lesehan, cafe khusus penikmat kopi, cafe bernuansa rock metal, cafe dangdut, jazz dan lain sebagainya.

Cafe tersebut sepertinya menyasar konsumen menengah yang jumlahnya cukup banyak. Tentunya kita tahu ada cafe yang menyasar kelas atas seperti milik brand asing Starbuck, Grand Canyon, dan lainnya. Pemilik cafe-cafe kelas menengah rata-rata generasi muda yang melek dengan teknologi dan mengikuti tren masa kini.

Bagaimana dengan pemasaran cafe tersebut? Biasanya cafe tersebut diketahui masyarakat karena letaknya di pinggir jalan. Kemudian tahu dari mulut ke mulut. Ada pula diketahui karena pasang iklan di media cetak atau elektronik. Bisa juga viral karena efek media sosial online.

Mari kita kupas cafe-cafe tersebut agar terlihat secara online dan menjadi viral. Efek yang terjadi adalah branding cafe semakin bernilai tinggi dan tentunya mendatangkan profit bagi pemiliknya.

Infrastruktur Marketing Online

Sebelum atau pada masa pembangunan cafe, buatlah identitas-identitas online yang nantinya akan dijadikan tautan oleh konsumen. Cafe itu harus punya profil identitas di Facebook Fanspage, Twitter, Instagram, Google+ Page, dan Youtube. Itu yang wajib. Lainnya adalah opsional sesuai kekuatan SDM nya semisal website, path, linkedin, line, dan lain sebagainya.

Memorable spot

Adalah sebuah titik atau tempat berkumpul untuk berfoto bersama/selfie yang berisi backdrop identitas cafe. Bisa berupa logo, alamat media sosial atau ikon cafe. Tempat ini bakal dijadikan lokasi foto oleh konsumen yang nantinya diunggah ke media sosial dan berpotensi terlihat oleh jaringan pertemanannya. Brand cafe akan viral menyebar dan gratis.

Pernik viral

Sediakan di meja konsumen sesuatu pernik yang representasikan profil cafe. Bisa jadi logo cafe dan alamat media sosialnya, terbingkai dalam mika kecil. Bisa juga plat logo ukuran 5 cm persegi yang bisa digeser-geser. Konsumen biasanya akan foto hidangan cafe tersebut. Upload ke media sosialnya dan tentunya disertai info check in yang sudah disediakan sebelumnya oleh cafe. Inipun berpotensi viral di internet dan memancing mereka yang tengah penasaran dengan hidangan/cafe tersebut.

Inisiatif komunikasi

Pemilik atau team marketing berbaurlah dengan konsumen. Sapalah ditengah mereka menikmati suasana dan hidangan, ajak bicara, minta kritik dan saran, ajak berfoto sambil pegang logo cafe, tanyakan ID media sosialnya dan tagging mereka di medsos milik cafe. Konsumen tidak segan untuk memperbolehkan tagging tersebut muncul di time line nya.

Beri Kejutan

Siapa sih yang tidak suka dengan hadiah? Pikirkan untuk memberi konsumen sesuatu hadiah yang membuat mereka berbinar diawal kunjungan. Bisa jadi cokelat kecil, welcome drink ataupun kejutan lainnya. Ingat berbagi tak pernah merugi. Niscaya konsumen itu akan terkesan dan belanja banyak.

Terbuka dengan komunitas

Konsumen kadang suka berkelompok atau berkomunitas. Terbukalah mengundang mereka untuk sekedar gratis memanfaatkan ruangan cafe sebagai tempat meeting, gathering ataupun ulang tahun. Konsumen sudah tidak memikirkan biaya tempat dan otomatis sajian cafe akan terbeli. Ingat berbagi tak pernah merugi.

Database

Tentukan strategi untuk mendapatkan database konsumen ketika berkunjung ke cafe. Minimal tahu alamat email atau nomor HP milik konsumen. Hal ini akan mempermudah cafe tersebut untuk selalu hadir memberitakan info event, diskon dan lain sebagainya kepada konsumen. Database ini akan menciptakan pelanggan yang kembali (returning customer).

Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia 
Share: